Manajemen Konstruksi – Tujuan, Manfaat, Tugas Dan Contohnya

Manajemen Konstruksi – Tujuan, Manfaat, Ruang Lingkup, Tugas & Contohnya – DosenPendidikan.Com – Lantas apa itu manajemen konstruksi ?? Pengertian Manajemen Konstruksi adalah ilmu yg mengusut dan mempraktikkan aspek-aspek terkait manajerial & teknologi industri  konstruksi. Banyak pakar menyatakan bahwa manajemen konstruksi termasuk kapital usaha menurut seseorang konsultan konstruksi buat memberi pengarahan dalam sebuah proyek pembangunan. Sehingga acapkali pengertian manajemen konstruksi masih tumpang tindih dengan pengertian manajemen proyek, padahal keduanya tidak sama. Jasa Konstruksi

Dalam sebuah perusahaan atau bisnis, manajemen konstruksi berdasarkan CMAA (Construction Management Association of America) mempunyai 7 tanggung jawab sekaligus yakni perencanaan proyek, manajemen biaya , waktu, administrasi kontrak termasuk juga manajemen keselamatan dan praktik profesional.

Mengacu pada pengertian manajemen konstruksi mengaruh pada bisnis industri konstruksi buat menaruh pelayanan yang sangat baik dengan mengkomunikasikan & mengkoordinasikan semua peroses rekontruksi.

Pengertian Manajemen Konstruksi 

Sebelum menyebutkan pengertian manajemen konstruksi, kita juga perlu mengetahui pengertian manajemen dan pula definisi konstruksi.

Menurut ilmu manajemen konstruksi tahun 1998 proyek merupakan suatu rangkaian aktivitas yang bersifat spesifik buat mencapai suatu tujuan eksklusif yg dibatasi oleh wakktu dan asal daya yg terbatas.

Manajemen Konstruksi meliputi mutu fisik konstruksi, biaya& ketika. manajemen material dan manjemen tenaga kerja yang akan lebih ditekankan. Hal itu dikarenakan manajemen  perencanaan berperan hanya 20% & sisanya manajemen pelaksanaan termasuk didalamnya pengendalian porto & ketika proyek.Manajemen konstruksi mempunyai beberapa fungsi diantaranya :

Sebagai Quality Control buat menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan.

Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi Jasa Konstruksi medan lapangan yang nir pasti dan mengatasi kendala terbatasnya waktupelaksanaan.

Memantau prestasi dan kemajuan proyek yg telah dicapai, hal itu dilakukan dengan opname (laporan) harian, mingguan & bulanan.

Hasil evaluasi dapat dijadikan tindakan pengambilan keputusan terhadap masalah-masalah yg terjadi pada lapangan.

Fungsi manajerial menurut manajemen merupakan sistem keterangan yg baikuntuk menganalisis performa dilapangan.

Ilmu Dalam Manajemen Proyek

Project Management Institute (PMI) menegaskan area cakupan manajemen proyek menjadi Project Management Body Of Knowledge (PMBOK) meliputi 8 area utama yaitu ; scope, quality, cost, risk, human resources, contract/procurement, and communication.

Scope management berkenaan menggunakan proses dari pengarahan (directing) & pengendalian (controlling) semua lingkup proyek.  Menetapkan definisi yg jelas mengenai tujuan & sasaran proyek adalah pondasi dasar berdasarkan lingkup proyek.

Manajemen Kualitas

Manajemen kualitas (Quality management)  berkenaan menggunakan sistem yang dipakai guna  memastikan performa proyek wajibmemenuhi persyaratan dan ekspektasi menurut stakeholder proyek. Tujuan manajemen kualitas adalah meminimalisasi defleksi antara rancangan planning proyek dan syarat aktual pekerjaan. Manajemen kualitas wajibdilaksanakan pada seluruh daur hidup/proses proyek, bukan hanya dalam waktu inspeksi akhir proyek. 

Manajemen Waktu

Manajemen waktu (Time management) berkaitan dengan penggunaan saat yang efektif dan efisien pada memfasilitasi akselerasi proyek.  Waktu dan segala aspeknya  sangat diperhatikan pada sebuah proyek karena erat kaitannya menggunakan tujuan  proyek. Langkah pertama dalam manajemen saat yang baik merupakan menciptakan rencana proyek yg merepresentasikan proses & teknik yang dibutuhkan dalam aplikasi proyek.  Manajemen saat yang efektif bisa direfleksikan dengan skejul pelaksanaan.

Manajemen Biaya

Manajemen biaya(Cost management) adalah fungsi primer menurut manajemen proyek, menggunakan tujuan mengontrol porto pada seluruh tahap proyek.  Biaya merupakan adalah indera ukur yang sangat penting dalam manajemen proyek. Yang termasuk dalam manajemen biayaadalah pengontrolan biayaseluruh proyek melalui  teknik  estimasi, forecasting, budgeting, financial, dan pelaporan. Estimasi biaya (Cost estimation) berkaitan dengan pengumpulan data-data relevan yg dibutuhkan pada seluruh daur hayati proyek.  Perencanaan biaya(Cost  rencana) berkaitan menggunakan  pengembangan kebutuhan dana guna penyelesaian proyek yang direncanakan. Kontrol biaya(Cost control) berkaitan dengan proses yang kontinyu guna memonitor, mengumpulkan, menganalisa dan melaporkan data keuangan proyek.

Manajemen Resiko

Manajemen Resiko (Risk management) merupakan proses buat mengidentifikasi, menganalisa dan mengenali aneka macam resiko dan ketidakpastian yang mungkin terjadi & efeknya terhadap proyek.  Perubahan  bisa terjadi (mungkin) pada setiap proyek. Perubahan dapat menimbulkan resiko dan ketidakpastian.  Analis resiko akan bisa memperkirakan kemungkinan yg terjadi dimasa depan. Dengan keterangan tersebut, tim proyek akan bisa menyiapkan diri lebih baik dengan perencanaan dan tindakan pengawasan  yang baik.

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia (Human resources) berkaitan dengan fungsi mengarahkan sumber daya manusia selama proses proyek. Kontrak & pengadaan (Contract/procurement) berkaitan tentang metode pelelangan, kontrak dan manajemen pengadaan barang dan jasa bagi proses konstruksi. Manajemen komunikasi (Communications management) berkaitan menggunakan fungsi komunikasi antar individu atau organisasi  dalam lingkungan proyek.  Komunikasi krusial bagi organisasi, rutinitas sehari-hari ataupun pengendalian.

Artikel Lain :“Kegiatan Ekonomi” Pengertian & ( Tujuan – Macam – Contoh )

Ruang Lingkup Manajemen Kontruksi

Mencakup semua pekerjaan yang perlu diselesaikan buat menyukseskan proyek. Sejumlah perangkat & teknik misalnya definisi kebutuhan proyek, identifikasi stakeholder utama, identifikasi pendorong proyek, pengembangan konsep operasional, dan identifikasi external interfaces.

Manfaat Manajemen Konstruksi

Manfaat manajemen konstruksi dapat dipandang dari beberapa segi :

Segi porto proyek

Biaya optimal proyek bisa dicapai lantaran tim MK sudah berpartisipasi pada tahap awal perencanaan

Biaya holistik proyek bisa dihemat disbanding menggunakan system tradisional.

Segi waktu

Dengan system fast track nir perlu menunggu perencanaan terselesaikan seluruhnya

Waktu yang dipakai buat perencanaan bisa lebih panjang

Pengadaan material/ peralatan impor bisa diukur secara dini sebagai akibatnya kemungkinan terlambat lebih mini

Segi kualitas

Mutu lebih terjamin lantaran tim MK ikut membantu kontroktor pada hal metode aplikasi, implementasi, dan Quality Control

Mutu dan kemampuan kontraktor spesialis lebih terseleksi sang pemilik proyek dibantu menggunakan tim MK.

Kesempatan buat penyempurnaan rancangan relative banyak

Segi program pemerintah

Pemerataan kesempatan pekerjaan menggunakan paket-paket kepada pengusaha kontraktor yg baru berkembang bisa direalisir.

Pemilik proyek nir perlu mengeluarkan poly staf.

Artikel Lain : “Manajemen Proyek” Pengertian & ( Fungsi – Tujuan – Ruang Lingkup – Contoh )

Konsultan Manajemen Konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.